Langsung ke konten utama

Napaktilas @yogya awal taon 2018-part 1




Rencana demi rencana travelling ke yogya dari taon 2017 menguap entah kemana, banyak kesibukan di taon 2017 membuat semua rencana pending hingga awal taon Bersama seorang sahabat, awal taon 2018, terwujud rencana2 yang tertunda.


Perjalanan ini, murni biaya sendiri, tanpa endorse dari pihak manapun, apabila nanti saya menulis tempat, menyebut merk, ini hanya sekedar catatan perjalanan saya, tanpa ada niat apapun.
Pukul 21.30 , kami sudah masuk daerah yogyakarta, disambut macet yang tidak terlalu parah, mobil-mobil beriringan mengantri lampu traffic light berwarna hijau, kegesitan roda dua mencari kesempatan dalam kesempitan, lampu jalanan yang gemerlap, membuat kami tersenyum merekah tapi kecut. Karena kami baru ingat, malam minggu adalah waktu yang sulit untuk booking penginapan secara dadakan.
Pengennya, kami menginap di sekitar malioboro, dekat pusat keramaian yang menjadi tujuan utama para tourist dalam negeri maupun luar negeri, tapi melihat kemacetan untuk masuk ke area malioboro, dan mengingat kami belum booking hotel, kami harus mengalah mlipir ke arah lain. Mencoba booking mendadak di luwes hotel, jawabannya full booked. Akhirnya, kami pakai saja traveloka, satu aplikasi ajaib untuk para pelancong, pilih-pilih yang sesuai dengan budget dan kebutuhan, akhirnya airy syariah keraton yogyakarta panembahan 9 menjadi pilihan kami.
Note: harga bisa berubah-ubah ya
Whoaaaaa….sangat membantu kami yang sudah hampir terkapar kelelahan menempuh perjalanan 11 jam dari pekalongan, ups! Selama itukah pekalongan yogyakarta?tentu tidak, seperti biasa acara perempuan selalu penuh dengan intrik(what!), impulsif(note guys!) yang melengkapi daftar perjalanan kami, melalui rute semarang solo, terjebak macet panjang di bawen, mampir belanja oleh-oleh, mampir di tempat kerabat, wajar membuat hitungan perjalanan kami menggelembung.
Jam 22.30,kami sampai di airy syariah, bangunan rumah tua khas yogyakarta, terpampang didepan kami, bapak pemiliknya ramah, berasa kami adalah anak-anak yang pulang kerumah. Konsep guest house jelas terlihat.
Nuansa jawa kental di loby.
Owh ya, dihalaman juga ada cafe kecil buat nongkrong, tapi engga kefoto dan tidak sempat mampir. Sekilas lalu, sepertinya enak buat ngobrol.
Berikut penampakan kamarnya
Welcome drink
Kamar mandi lupa kefoto saking capeknya, tapi bersih, dengan shower panas dingin, wastafel, dan wc duduk. 1 lagi yang di kepoin saat ngomongi kamar mandi adalah perlengkapan toiletries nya, ini benar-benar hal yang sangat menarik buat saya, setiap penginapan memiliki ciri khas tersendiri, so…bagaimana kalau disini? Ini dia…
Sumpah, ini keren, dengan budget tak sampai 250rb, kualitas sikat gigi nya oke( biasanya sikat gigi berwarna putih dan sangat biasa saja,bahkan seringnya ga kepake), sabun dan shampo kemasan tube nya juga bagus, dapet sisir juga. Ini catatan tersendiri buat saya, beberapa kali menginap di hotel dengan budget diatas ini, tapi saya belom pernah menemukan bonus sisir di toiletries nya. Atau mungkin harus nyoba hotel dengan budget 10x nya? Hahaha..sayangnya, waktu itu saya belum kepikiran buat nge blog mencatat perjalanan saya dari hotel ke hotel.

Ikuti perjalanan kami di part 2 ya..

Copy dari blog lama saya ( pojokrumahyayan.wordpress) karena sudah saya delete. dipindah kesini karena untuk catatan saya sendiri

Komentar